Belajar Fiqih: Najis

ilustrasi gambar oleh baladena.id


A. Pengertian


Najis secara bahasa artinya adalah kotoran. Sedangkan menurut ilmu syara' atau dalam kacamata agama, adalah sesuatu yang dianggap kotor dan dapat mencegah sahnya sholat, tanpa ada yang meringankannya..


B. Jenis-jenis Najis


Najis terbagi menjadi 3 macam, yaitu:


1. Najis Mukhoffafah


Najis Mukhoffafah adalah najis yang paling ringan. Disebut ringan karena cara mensucikannya sangat mudah, yakni cukup mencipratkan sedikit air ke barang atau benda yang terkena najis tersebut. Contoh najis yang masuk kategori ini adalah air kencing bayi laki-laki yang belum berusia 2 tahun dan belum makan apa-apa, terkecuali air susu ibunya saja..


2. Najis Mutawassithoh


Najis Mutawassithoh adalah najis yang masuk kategori sedang. Disebut sedang karena cara mensucikannya tidak cukup hanya dengan air saja. Tapi juga harus diserrtai dengan hilang baunya, warnanya dan rasanya dari najis tersebut. Contoh najis yang masuk kategori ini adalah kotoran-kotoran yang umumnya sering kita temui dan kita anggap najis..


Najis Mutawassithoh terbagi menjadi 2 macam; yaitu:


a. Najis Mutawassithoh Ainiyah, yang artinya Najis Mutawassithoh yang terlihat bentuknya atau dzatnya najis itu sendiri.


b. Najis Mutawassithoh Hukmiyah, yang artinya Najis Mutawassithoh yang tidak terlihat bentuknya atau dzatnya. Akan tetapi tetap dihukumi najis, karena dilihat dari faktor bau, warna atau pun rasa. Contoh misalnya benda-benda yang bekas terkena air kencing atau kotoran lainnya dan kebetulan belum dibersihkan dari sejak kena itu.


3. Najis Mugholladzoh


Najis Mugholladzoh adalah najis yang paling berat diantara ketiga najis yang ada. Disebut berat, karena cara mensucikannya cukup rumit atau tidak mudah. Yaitu harus dicuci atau dibasuh dengan air dan tanah masing-masing sebanyak tujuh kali balikan. Contoh najis yang masuk kategori ini adalah semua hal yang berasal dari hewan anjing dan babi, beserta keturunannya..

Komentar

  1. Ini baru namanya ilmu yang bermanfaat.makasi sharenya Pak

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. oke sama2. makasih jga ya atas kunjungannya..

      Hapus
  3. Sangat mendasar tapi sangat bermanfaat. Terima kasih ilmunya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 gan.. terima kasih jga ya atas kunjungannya..

      Hapus
  4. Teringat saat di pesantren ini, mabadii fikih

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh gitu ya mas? yah, kalau buat anak pondok mah pelajaran kaya gini, pelajaran receh.. betul nggak? hehe

      Hapus
  5. Sngat bermanfaat kak, trmksih ilmunya

    BalasHapus

Posting Komentar

Iklan

Postingan populer dari blog ini

Belajar Fiqih: Zakat

Filosofi Permainan Bulutangkis Yang Bisa Kita Tiru Dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyibak Petuah Yang Terkandung Dalam Lagu "Kidung Wahyu Kolosebo"

Ketika Seorang Ibu Tak Pernah Berubah Dalam Mengasihi Anak-anaknya

Tips Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur'an Buat Yang Sibuk Bekerja